Julie terbangun di subuh hari, jalanan di tengah hutan itu pun masih sepi. Julie melihat Zayn shirtless tertidur di sebelahnya!
Baju Zayn, menyelimuti tubuh Julie. Dia melihat Zayn menggigil, dia pun memberi baju dan jacket varsity Zayn kembali dan menyelimuti badan Zayn yang kedinginan.
Melihat Zayn masih tertidur pulas, Julie masuk ke dalam bus, dia melihat Harry udah bangun dan bermain laptop. Tapi segera dia menutup laptopnya ketika melihat Julie masuk.
“Oh.. Um.. Hey Julie, you’re so early.”
“Haha, yeah.. So what u doing?”
“Nothing, just googling myself.”
Julie tertawa kecil, dia berjalan mendekati Harry, ikutan duduk di sebelahnya.
“So, what did you find?” Tanya Julie sambil membuka laptop Harry. Ternyata Harry sedang melihat-lihat berita di internet tentang dia berpacaran dengan Julie!
Harry, dengan rada-rada nerveous, menutup ‘tab’ di internet itu.
” I told you.”
Julie bingung mau ngomong apa, inginya sih ngambek gara gara Harry masih ngungkit foto-foto itu, tapi nanti dikira childish. Julie pun hanya diam, tapi tetap duduk di sebelah Harry.
“You mad?..” Tanya Harry sambil melihat ke arah Julie.
“No.. I’m not.” Balas Julie sambil mempaparkan senyum kecil.
Harry tertawa kecil, dia mengambil pulpen yang tergeletak di samping laptop, dan Harry mengambil tangan Julie.
“What are you doing?” Kata Julie bingung.
Harry tidak menjawab, dia menulis sesuatu di punggung tangan Julie. Dengan huruf besar, dia menulis ‘HS’.
“What does it mean?” Julie bertanya lagi kepada Harry. Harry menjawab dengan tersenyum. “Its Harry Styles, so when we arrived in New York, people could see that you’re mine.”
Julie blushed, tapi dia segera mengusap tangannya untuk menghapusnya. Harry langsung menyetop nya dan berkata, “please, just for today.”
Dengan agak kurang pasrah, Julie pun menyetujui, dan tidak menghapus.
Harry tersenyum, dia juga menuliskan ‘JC’ di punggung tangannya.
———————————————
Setelah beberapa menit, supir bus bangun, dan mencuci mukanya dan melanjutkan perjalanan. Zayn pun yang tertidur diluar,bangun, dan masuk ke dalam bus.
Zayn masuk melihat Julie dan Harry duduk bersebelahan di bus sambil bermain laptop Harry.
Zayn lewat dan wink ke Julie dan berkata, “Yesterday was great.”
Julie pun hanya membalas dengan senyuman, Zayn berjalan ke arah Niall yang sedang makan.
“What did you do with zayn?” Tanya Harry.
“Nothing, just chillin.” Balas Julie dengan tersenyum.
Harry pura-pura tidak perduli, dia mengajak Julie berwebcam-an. Julie pun setuju. Mereka berdua foto-foto dengan webcam laptop Harry. Dengan gaya yang macam-macam. Mereka berdua seperti menikmati waktunya bersama.
Eleanor, Danielle, Liam, Louis, Niall, dan Zayn pun ikut-ikutan. Louis yang menyarankannya. So, 1 webcam laptop memuat 8 orang.
Sebari berjalannya waktu, mereka akhirnya tiba di New York.
bus berjalan ke arah Plaza Hotel yang telah di penuhi mungkin ribuan cewe-cewe yang menunggu di sekitar hotel. Paparazzi sudah bersiap-siap dengan kameranya.
Eleanor memberikan Julie kacamata hitam dan berkata, “you might be needing this.”
Julie mengambil kacamata itu.
Bus berhenti di depan pintu masuk Plaza Hotel. Paul, turun duluan, ke resepsionis dan mengambil kunci ruangan suite.
Menunggu aba-aba dari Paul, mereka pun turun dari bus. Security hotel pun sudah mengelilingi mereka.
Liam masuk bersama Danielle, dia melambai-lambai tangan ke fansnya. Begitu juga Louis dan Eleanor. Niall masuk bersama Zayn. Tadinya Zayn ingin bersama Julie, tapi, Harrysudah memegang tangan Julie terlebih dahulu.
Julie masuk bersama Harry dan dapat dirasakan cahaya-cahaya kamera tertuju pada dia dan Harry. Julie hanya menundukan kepalanya.
Mereka pun menaiki lift ke lantai 12, di kamar suite. Syukur aja, ga ada yang ikutin mereka dari tangga emergency gitu.
Di dalam suite, banyak ruang-ruang. Suite itu sangat besar! Lebih besar dari rumah julie mungkin!
Paul melihat kearah Julie dan berkata sambil tersenyum, “with whom you will sleep with?”
Julie terlihat bingung, tapi dia juga gamau tidur bareng Harry ataupun Zayn ataupun orang-orang lain. Dia bilang, “I’m gonna hire a room.”
“Do you want me to do it for you?” Tanya Paul.
“No, I’ll do it by myself.”
Yang lain udah berberes-beres, sedangkan Niall, makan.
Harry dan Zayn melihat ke arah Julie, seperti pengen Julie tidur bersama salah satu dari mereka.
Julie keluar dari kamar, kebawah naik lift. Dapat dilihat, banyak paparazzi yang foto-foto dia, banyak juga yang nanya-nanya ke dia. Ada juga yang ejek-ejek kayak: “YOU BITCH!” , “I HATE YOU”, “STAY AWAY FROM MY BOYFRIEND” dll.
Julie hanya diam, menundukan kepalanya, dan ke resepsionis. Memesan kamar pakai duitnya sendiri. Dia pun memesan kamar DELUXE di lantai 10 nomor 108. Julie mengambil kuncinya, dan segera berjalan cepat ke lift dan naik ke atas.
Sampai di kamarnya, dia langsung membaringkan badannya di tempat tidur.
Dia membayangkan apa yang telah terjadi,semua seperti mimpi. Kemungkinan seorang cewek direbutin 2 orang terkenal sangatlah kecil. Tapi Julie mendapatkannya.
Sambil membaringkan badannya, hpnya bunyi. Zayn menanyakan kamarnya ada di nomor berapa. Julie malas membalas smsnya. Dia lagi ingin sendiri.
Julie pengen mandi, badannyaa udah lengket, tapi dia tidak membawa baju. Akhirnya dia pergi ke Plaza Mall, sebelah Plaza Hotel, tapi dia meninggalkan hpnya di kamar.
Di mall, dia berjalan dengan orang-orang mempehatikan dirinya. Julie tidak suka diliat-liat orang, akhirnya dia memutuskan sesuatu. Dia mencat rambutnya menjadi warna COKLAT!
Julie masuk kesalon yang bernama Matrix. Tanpa pikir panjang lagi, dia segera meminta untuk di cat rambutnya berwarna coklat.
———————————————-----------------------------------
Setelah beberapa jam, Julie sekarang menjadi BRUNETTE! Rambutnya pun di blow sekalian, lalu Julie pergi ke toko pakaian dalam untuk membeli pakaian dalamnya. Dan dia juga pergi ke toko baju untuk membeli kaos dan jeans. Sehabis belanja, waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, dia pun balik ke hotel dan segera menuju kamarnya. Kali ini, tidak ada yang mengikuti ataupun memperhatikannya, mungkin hanya 1 atau 2 yang sadar kalo itu Julie Cox.
Begitu sampai di kamar, Julie mengecek hpnya. Banyak sms dan misscall yang masuk. Dari Zayn dan Harry yang menanyakan hal hal seperti “where’s your room?” “Where are you?” “Answer me please..” dsb.
Julie ingin kembali ke dunia lamanya, bersama Jacob. Hidup normal, tanpa ‘fame’. Julie pun memutuskan, besok dia akan balik, naik pesawat.
Julie me-bbm Liza, tapi tetap tidak delivered, ditelpon juga gabisa. Julie khawatir kalo terjadi sesuatu pada Liza. Tapi, dia tau kalo Liza pasti baik-baik saja. Belum lama, mamanya bbm Julie, menanyakan dia ada dimana, dia sekolah atau ngga. Julie dengan santai membalas kalo dia ngga sekolah, soalnya pasti mamanya ngga peduli juga. Dan ternyata benar, mamanya hanya membalas ‘ok’.
Setelah itu, Julie mandi, dan ganti baju, mumpung ada di NY, Julie pun memutuskan untuk jalan-jalan ke Central Park. Sebelum ke Central Park, Julie pun membeli pocket camera di Plaza Mall.
Karena itu pertama kali juga Julie ke New York.
Di mall, saat Julie ingin menaiki escalator, dia melihat di dekat pintu masuk mall, ada segerombolan cewek-cewek yang meneriaki:
“OMG ITS HARRY STYLES!”
“THATS ZAYN MALIK HES HOT!”
“LOOK AT NIALL HES SO CUTE!”
Mendengar teriakan teriakan itu, langkah jalan Julie semakin cepat. Untung saja, mereka tidak mengenali Julie, karena tadi terlihat Harry, Zayn, dan Niall sedang mencari-cari orang, dan mungkin Julie yang mereka cari.
Julie memasuki toko kamera, dan segera membeli pocket camera. Yang harganya $199. Tanpa mengecek kondisi, Julie langsung membeli. Dan mba-mba yang jualan mengetahui kalo dia Julie yang di TV.
“Aren’t you Julie Cox? Harry’s girlfriend?” Tanyanya.
“Huh? No..Um..I’m not his girlfriend.” Jawabnya sambil rada gugup.
“Really? So what does that ‘HS’ on your hand stands for? Harry Styles?” Tanyanya lagi sambil tersenyum.
Julie lupa menghapus tulisan HS ditangannya. Dan segera menutupi tulisan itu dan berkata, “No.. Its stands for Holiday..Erm..Um..Summer! Yeah, Holiday Summer!”
Mba-mba toko itu pun hanya tersenyum, dan memberikan tas kertas berisi kamera. Julie berterima kasih dan pergi.
Tapi, saat dia ingin keluar toko, Harry, Niall, dan Zayn sedang lewat di depan toko itu.
Karena rada panik, saat Julie ingin berjalan belok ke arah yang berlawanan dengan mereka, she slipped her feet! Dan tidak sengaja dia ngomong, “Oh shit!” dengan volume yang agak kencang.
Harry berbalik badan, seperti mendengar suara Julie. Tapi dia tidak melihat cewek blonde satu pun. Julie berbalik badan melihat ke arah Harry, Zayn dan Niall.
“Julie?!” Kata Zayn, kaget.
Julie pun langsung berjalan cepat dengan kaki satu pincang. Menutupi wajahnya dengan rambutnya. Bisa dia rasakan, kalo dia diikuti. Harry segera mengejar Julie. Karena Julie sedang pincang, larinya lama. Harry mengambil tangan Julie. Dan dengan terpaksa, Julie membalikan badannya.
Harry: you’re brunette?
Julie: ..
Harry: Where were you ?
Julie: I’m sorry. You have the wrong person.
Harry: no! I’m pretty sure you’re Julie.
Zayn: Yep, you’re Julie. You wear the same shoes!
Julie: I’m not Julie, okay?! Sorry, I have to go.
Julie melepas genggaman tangan Harry, dan pergi. Dalam hati, Julie gregetan, kenapa Harry bisa tau kalo dia itu Julie,padahal penampilannya udah benar benar beda.
——————————————–--------
Julie segera menaiki taxi dan pergi ke central park. Di sana, dia mencoba untuk melupakan semuanya dan menikmati sore hari itu. Dia memoto-moto pemandangan, dan foto dirinya sendiri dengan pemandangan. Dia jalan-jalan keliling taman kota itu, menikmati berjalan-jalan dengan warna rambut barunya. Dia merasa seperti orang yang baru.
Setelah lama berjalan, tidak disadari, matahari sudah mulai terbenam. Julie pun segera balik ke hotel naik taxi. Dia naik kekamarnya dan saat dia masuk, ada bunga di atas meja dan sebuah surat.
Isi suratnya :
“Julie! Nice hair babe

x x
Let me meet you tonight at your room at 8
Zayn x”
Julie menghela napas. Membaringkan badannya di tempat tidur sambil menonton TV. Sambil menonton TV, Julie meng-charger hpnya. (Dia selalu membawa charger hp dalam tasnya).
Julie iseng iseng membuka twitternya. Banyak yang mention dia kayak ‘are you brunette now?’. Julie pun ga mau membalas, dia iseng-iseng buka twitter Zayn. Beberapa menit yang lalu Zayn ngetweet, ‘can’t wait for tonight

x x’
Julie ga pengen GR, tapi kayaknya Zayn bakal ngasih surprise deh.
Julie juga membuka twitter Harry, dan last tweetnya itu ‘where are you?’
Tiba-tiba hpnya bergetar, ada bbm. Ternyata bbm dari………JACOB!
*layar bbm*
Jacob: hey jullie.

Julie: hello x
Jacob: how are you?
Julie: good, you?
Jacob: not really good

Julie: why’s that? :/
Jacob: I’m missing you..
Julie: huh?
Jacob: I said, I’m missing you. I miss you
Julie: yeah Jake, I miss you too. x
Jacob: where are you? Not going to school today?
Julie: no, I’m in new york.
Jacob: NEW YORK? I’m guessing those british lads
Julie: kinda.
Jacob: when will you be back?
Julie: tomorrow
Jacob: I’ll meet you tomorrow k?
Julie: okay x
Jacob: cya, I love you xx
Begitulah bbm dari Jacob. Membuat Julie tambah galau. Jacob selalu memberi dia harapan. Tapi dia terjebak dengan kehidupan selebritis gara-gara Harry!
Menunggu jam 8, Julie hanya menunggu di depan TV sambil tidur-tiduran.
continued to chapter 9