HEY i'm a
Directioner! VasHappening?
thankyou for reading my stories, you can read them from 'story one', 'story two', or 'zls'. please leave a message or opinion in the comment box (:

oh my flack! youre the

Senin, 07 Mei 2012

ZLS Chapter 12

Keesokan harinya, Julie terbangun karena hpnya bergetar. Ternyata bbm dari Zayn.
"babe wheres your house?"
"35 ave venice :) x"
"okay, im on my way babe wait for me ;) x x"

Julie udah excited. Dia gasabar nunjukin lukisan orang pertama yang dia lukis ke Zayn!

5 menit kemudian..

Julie mendengar suara mobil di luar, dari jendela kamar, Julie melihat kakaknya Danny meghampiri Zayn. Julie takut kalo Danny bakal marah-marah sama Zayn, jadi dia lari kebawah menghampiri mereka.

Danny: Who are you? What are you looking for?
Zayn: Im Zayn, Im looking for Julie.
Danny: For what? So you can hurt her?
Zayn: No..
Julie: *ngosngosan abis lari* ...Hey!
Zayn: Oh, hey babe *smiles*
Julie: Danny, you can leave now..
Danny: FINE.

Julie tersenyum ke Zayn, mengajak Zayn ke atas, ke kamarnya. Mereka duduk di sofa yang ada di kamar Julie.
"So, are you ok now?" kata Zayn sambil tersenyum.
"Yeah, I'm over it." balas Julie.

Zayn senyum. Dia melihat Julie. Tatapannya sangat dalam ke mata Julie. Julie mengingat video konser Zayn kemarin. Dia teringat yang saat Zayn bilang kalo dia suka sama Julie. 

Julie: Zayn..
Zayn: Yeah?
Julie: I love you too..

Zayn membelai rambut Julie yang menutupi wajahnya, mengangkat wajah Julie agar dia dapat melihatnya. Zayn mendekatkan wajahnya, kali ini bukan untuk mengusap es krim, tapi kali ini Zayn akan menciumnya. Julie memejamkan matanya. Zayn kissed Julie. Julie membalas ciuman lembut bibir Zayn. Dia bisa merasakan senyuman  Zayn dari dalam. 
Agak lama, mereka melepaskan ciumannya perlahan-lahan.

Mereka berdua tersenyum bersama. Karena itu first kiss asli mereka. 
"babe, go with me to london?" tanya Zayn sambil merangkul.
"..i dont know" balas Julie. "I'll ask my mom later.."

Julie teringat sesuatu, dia mengambil sesuatu di bawah tempat tidurnya, yaitu lukisan Zayn. Dia memberinya ke Zayn. Zayn 'wowed'

Zayn: babe, this is a wonderful painting. thankyou, i love you.
Julie: yeah, thankyou for the charm too. that makes alot of luck *smiles*
Zayn: ...so? you wanna be that bradford bad girl of mine? *wink*
Julie: hmm.. yeah. totally! i love you.
Zayn: i love you more Julie.

THE END

CONTINUED TO NEXT EPISODE :)


Minggu, 06 Mei 2012

ZLS Chapter 11

Julie dibangunkan oleh bunyi telepon hpnya yang berdering terus menerus. Dengan rada setengah sadar, Julie melihat layar hpnya. Terlalu malas membaca, dia pun langsung menjawab. Julie pun berbicara dengan suara-suara seperti orang bangun tidur.

Zayn: Julie? Did you watch our concert just now?
Julie: huh? Hmm.. Concert? What concert?
Zayn: you didn't watch aren't you?
Julie: I'm really sorry...I'm not in the mood.. Who's this?
Zayn: ...Its me Zayn!
Julie: Zayn, I'm really upset right now, call me in the morning. Bye.

Julie mematikan teleponnya. Dia terlalu lelah untuk berbicara sekarang. Dia melihat jam, ternyata udah jam 11 malam. Dia pun mematikan lagu di mp3 playernya yang bermain trus selama dia tertidur. Julie keluar kamarnya, turun kebawah. Di bawah dia melihat kakaknya, Danny sedang nonton TV.

Danny: still awake?
Julie: yeah, just woke up.
Danny: I heard you crying last night
Julie: you did? Uhm..I was just..erm.. 
Danny: that's okay. Its because of Jacob isn't it? Tomorrow I'll kick his ass for you!
Julie: haha, no you don't need to do that.
Danny: he hurted your feelings, he has to pay for that Jul.
Julie: no, that's okay. 
Danny: hmm, you need to go to sleep now.
Julie: well, okay.. Btw, thanks Danny, you're the best brother ever.

Julie memeluk kakaknya untuk pertama kalinya di tahun itu. Dia baru tau, ternyata kakaknya ga secuek yang dia kira. Julie pun naik ke atas. Membaringkan badannya, dan mencoba untuk tidur. 

-----------------------------------------------------------
Julie bangun jam 6 pagi di hari Kamis. Dia tau pasti di sekolahnya dia akan di sindir terus, tapi dia berusaha untuk sabar. 
Julie segera mandi, berpakaian blouse berwarna coklat dan jeans hitam. Dia menguncir rambutnya yang berwarna coklat itu. Yep, she looks prettier in a ponytail! Julie mengambil hpnya, dan ada bbm dari Zayn.

"Julie! :( x x
Are u ok babe ? 
PING!!!
:( x.x"

Julie lupa dia harusnya nonton konser 1D di TV. Kemarin di telepon Zayn pun Julie lagi setengah sadar! Jadi dia bener-bener lupa dan gatau. Dia merasa bersalah. Dia membalas sms Zayn.

"Zayn, I'm sorry, I'm not really okay right now. I'm sorry I missed your concert. I really do sorry! :(((((((( xxxxx"

Kurang dari 5 menit, Julie mendapat balasan bbm dari Zayn.

"Why's that babe? 
You need to talk?
Do you want me to go there?
:( x x x x"

Julie membalas:

"No.. Its okay. Call me after school, I need you :( xxxx"

Saat itu udah jem setengah 7, Julie turun kebawah, mamanya udah nyiapin sarapan, telor dadar sama bacon. Dia makan trus dia pergi kali ini diantar kakaknya. Papanya udah pergi kerja duluan untuk meeting.

Sampe di sekolah, Danny mengantar Julie ke kelasnya, seperti body guard gitu deh. Seperti biasa, Julie diliatin orang-orang dengan tampang rada sinis-sinis.

"Why are you looking at Julie like that?!" Teriak Danny kayak marah-marah gitu. Yang tadi ngeliatin Julie, langsung balik badan, trus bubar kayak takut gitu sama Danny. Soalnya Danny kayak tampang kriminal gitu, beda sama Julie.

Sesampainya di kelas, Julie says thanks ke Danny dan menyuruhnya untuk pulang. Melihat di dalam kelas, ada Jacob duduk di sebelah Katniss, pas Julie masuk, Jacob ngeliatin Julie terus. Tapi Julie langsung sok cuek. Julie mengalihkan perhatiannya ke tempat duduknya. Eh ada cewe berambut merah dan panjang............LIZA!

Liza akhirnya balik dari luar kota. Julie pun masuk langsung berlari menuju Liza dan memeluknya.

Julie: Liza! Where have you been?
Liza: I'm sorry Julie, I lost my phone! Btw, you're really pretty with your new hair! :)
Julie: aww thanks! 
Liza: so any news?
Julie: oh, there's A LOT i need to talk to you!
Liza: what is it?

Julie menceritakan tentang Harry yang mengajaknya ke New York, Harry menciumnya di sekolah, ngedate bareng Zayn, first kiss sama Zayn, dia suka sama Zayn, Zayn ngasih gelang, Jacob mencium Katniss, dia dan Jacob putus. 

"Ohmygawt! Julie! For the Jacob part, he's such a jerk!" Sahut Liza dengan nada agak kenceng.

"Sssh! But now I'm kinda over it. I just not feeling well because Zayn asked me to watch his concert on the TV, but I forgot cos this Jacob things.." Balas Julie dengan raut muka yang mulai down.

Liza pun bingung. Tapi akhirnya dia menyarankan untuk Julie mencari konser kemarin di youtube.

KRING!!!!!

Pelajaran pertama lukis. Mr. Fred, memasuki kelas dengan memakai kaos oblong yang kena percikan cat. 

"Good morning class, now we're gonna start to paint in a canvas." Kata Mr. Fred sambil meletakan pantatnya di kursi. "Now go get your canvas in the stuff room."

Seisi kelas pun keluar dan pergi ke Stuff Room, mengambil kanvas buat melukis. Julie jalan bersama Liza, dan bisa dirasakan oleh Julie kalo dia diliatin terus sama Jacob yang lagi jalan sama BigB dan Poo. Sedangkat Katniss berjalan dibelakang Jacob. 

Mereka membawa kanvas mereka masing masing balik ke kelas lukis. Mr. Fred menyuruh mereka untuk melukis gambar buah-buahan. Pas Julie lagi ngelukis, Jacob menghampirinya.

"Julie....I know what I did was wrong.. But.." 
"Just go away, okay?" Kata Julie menyela omongan Jacob yang belum selesai.
"But Julie, I do love you really!" Kata Jacob sambil memegang tangannya.

Julie melepaskan genggaman tangan Jacob saat Mr. Fred menghampiri mereka. 
"No holding hands in class!" Bentak Mr. Fred sambil menyuruh Jacob balik ke tempatnya.
Julie melanjutkan lukisannya.

2 jam berlalu, akhirnya bel istirahat pun bunyi. Liza dan Julie seperti biasa ke kantin. Makan. Kali ini Katniss tidak merebut mejanya lagi.

"Julie, if Harry and Zayn asks you out, who will you choose?" Tanya Liza sambil melahap makanannya.

"I don't know, but Zayn's lovely... And Harry... He's so uhmm cheeky.. Haha." Balas Julie sambil senyum-senyum.

Selagi makan, hp Julie bunyi. Ternyata telpon dari Zayn. Dengan agak salah tingkah, Julie mengangkat.

Zayn: babe you ok now?
Julie: yeah, I'm kinda fine now.
Zayn: so what was it about?
Julie: its about Jacob..........
Zayn: what's he doing to you?
Julie: *cerita tentang Jacob nyium Katniss, agak sedih mau nangis*
Zayn: babe....I'm free tomorrow, I'll go to your house okay? 
Julie: no, you don't need to Zayn, you need a rest..
Zayn: no babe I'm still coming there! 

Zayn mematikan telponnya. Julie rada ga enak sama Zayn, soalnya dia bener-bener gamau ngerepotin dia. Liza pun menyemangati Julie.

"Julie, you're so lucky! I think Zayn really really loves you!" Kata Liza.
"You really think so?" Balas Julie.
"Yeah ofcourse! No doubts." Kata Liza.

----------------------------------------------

Pelajaran mereka dilanjutkan sampe berakhir jam 12. Dan akhirnya bel pulang sekolah. Julie menunggu di jemput kakaknya Danny. Sambil menunggu di depan gerbang sekolah, Jacob menghampirinya.

"Julie.." 
"What do you want?" 
"I'm sorry."
"...."

Julie hanya diam, mengabaikan Jacob. Lalu akhirnya Danny, kakak Julie datang. Danny melihat Jacob dengan tampang sinis seakan dia ingin menonjok muka Jacob.
"Get your shits off from my sister." Kata Danny menarik tangan Julie dan masuk ke mobilnya.

Julie akhirnya merasa lega, dia gamau Jacob ganggu hidupnya lagi setelah kejadian kemarin. Danny hanya diam memperhatikan Julie yang lagi galau sambil mengendarai mobilnya BMW merahnya.

Sesampainya di rumah, mama papanya belom pulang, Julie naik ke atas kamarnya dan segera membuka laptopnya. Dia buka Youtube dan search '1D Concert New York'

Eh ada video masih baru di upload kemarin yang judulnya 'Zayn gave a surprise song for a girl New York Concert'
Julie membuka video itu, melihat top commentnya berisi:
"That song must be for Julie Cox!"

Zayn: you want a surprise song? I'm gonna sing solo for a girl that keeps running all my mind, I can't forget her smile. She's everything that I need beside you guys. I hope she's watching this right now. *Zayn nyanyi lagu Should've Kissed You*
Babe, if you see this, I love you. Please be mine! *video ended*

Julie bener-bener terdiam. Di sejarah hidup dia, belom pernah ada cowo yang segitu romantisnya. Sampe ngakuin di depan fans-fans banyaknya biarpun gasebut nama. Semoga saja itu emang dedicated untuk Julie soalnya Julie udah ngerasa banget deh itu untuk dia. Melihat video itu sangat mengalihkan suasana hatinya yang muram menjadi senang lagi.

Merasa ga ada kerjaan, Julie ngetweet, "Thankyou, you've made me feel so special :) xxxxx". Tweet itu untuk Zayn,  tapi dia ga berani mention orangnya. Takut di bully fans-fans Zayn dan dikira bitch, soalnya udah nyium Harry, PDKT lagi sama Zayn.

Besok kalo Zayn dateng, Julie ingin ngasih surprise, dia ngegambar lukisan muka Zayn seharian, semalaman, untuk hasil yang terbagus, untuk Zayn. Setelah agak lama, lukisannya akhirnya selesai.


ZLS Chapter 10

Julie terbangun di pagi hari yang indah di kota New York. Julie melihat Zayn masih tertidur. Dia melihat jam di hpnya ternyata udah jam 10! Dia harus membeli tiket ke LA dulu. Jadi dia terburu-buru. Julie tidak sempat mandi, dia pun membangunkan Zayn, karena dia akan segera check-out.

"Zayn! Wake up!" Seru Julie sambil menoel-noel (poke) Zayn.
"5 minutes babe." Balasnya sambil agak ngantuk.
"What? No! I need to check out now!" Kata Julie dengan suara agak kencang.

Zayn pun bangun, dia melihat Julie. Dia baru nyadar kalo Julie harus pulang hari ini. 

"Julie, don't leave."
"You know I have to go."
"But not today."
"Zayn.. You need to go back to your suite."

Julie pun memeluk Zayn, erat. Dia mencium pipi Zayn lalu tersenyum. Julie mengambil tasnya dan segera berjalan cepat keluar dari kamar itu. Zayn hanya bisa melihat Julie melangkah keluar. Setelah agak lama, Zayn akhirnya keluar, melihat Julie sudah ga ada, dan balik ke suitenya di lantai 12.

Julie turun, ke resepsionis, dan pergi naik taxi ke bandara. Dia mengecek hpnya. Ada bbm dari Jacob. Dan sms dari Zayn.

*layar bbm*
Jacob: Julie, what time will you arrive? Xx
PING!!!
PING!!!
Julie: I'm otw to the airport. Idk, about 1 maybe.? x
Jacob: I'll pick you okay? :) xx
Julie: okay xx

*layar sms*
Zayn: have a safe flight babe, I'm gonna miss you , :( x x
Julie: I'm gonna miss you too! Have fun tonight, I'll watch your concert from the TV :)
Zayn: yeay! :) x x

Di perjalanan ke bandara, Julie galau mulu. Gatau deh dia harus sedih ninggalin Zayn, atau seneng gara-gara ketemu Jacob. Jadi sepanjang perjalanan, Julie hanya bengong.

Sesampainya di bandara, Julie segera memesan tiket ke penerbangan berikutnya ke Los Angeles. 
Julie pun harus menunggu stengah jam di waiting room. Sambil main hp, perhatiannya terganggu oleh segerombolan security yang mengelilingi seorang cowo, berambut kriting. 
YES, that's Harry!

Ntah tau darimana Harry kalo Julie akan balik ke LA. Julie menutup wajahnya dengan tangannya sambil sedikit-sedikit mengintip. 
Julie dikagetkan dengan suara yang sangat berat.

"You are Julie Cox right?" Kata orang yang berbadan besar, gendut, gede pake baju security.
"Y-ye-yeah.." Jawab Julie agak takut.
"Then Harry wants to meet you." Kata orang tersebut lagi.

Harry pun datang dari kumpulan security-security tersebut. Mendekat ke Julie. Julie dengan muka agak bete karena Harry selalu datang di publik. Dan itu membuat Julie akan semakin di benci fans-fans Harry ataupun 1D.

Harry: why didn't you want to meet me?
Julie: because you always shows up with me in public and I keep receiving death threats on twitter!
Harry: I'm sorry. I didn't know. But before we say our last goodbye, I just want to hug you.
Julie: fine..

Julie memeluk Harry, Harry mempererat pelukannya dan tidak mau lepas. Paparazzi dan orang-orang lain udah pasti memoto kejadian itu. Mereka pelukan agak lama, sampai pesawat Julie udah datang dan dia udah pengen depart.

"Harry.." Kata Julie ingin melepas pelukannya.
"No." Jawab Harry, tidak mau melepas pelukannya. 
"Don't wanna let you go Julie."
"But Harry.." 
Dari barisan security itu, keluar Paul. Dia terpaksa harus menarik Harry dan pelukan Julie karena Harry gamau lepasin pelukannya. Setelah ditarik, akhirnya dia melepaskan Julie.
"Goodbye Harry..." Kata Julie melangkah menjauh dari Harry. Harry melihat ke arah Julie dengan muka agak sedih. Dia pun melambaikan tangannya.

Di pesawat, Julie ngetweet:
"Goodbye @EleanorJCalder and @DaniellePeazer sorry for not saying goodbye before xo."

--------------------------------------------------
Nyampe di LA! Dia bbm Jacob kalo dia udah nyampe. Dia nelpon Jacob untuk ketemuan di McDonald bandara. Sambil menunggu Jacob, Julie nonton TV di McD. Ada berita tentang dia dan Harry barusan. Untung saja mukanya di TV ngga terlalu jelas. 

Dia melihat Jacob, dan dia melambaikan tangannya. Jacob melihat Julie dan masuk.

Jacob: wow, you're so different. I almost don't recognize you
Julie: yeah, I dyed my hair.
Jacob: so.. You and Harry.. Dating?
Julie: no we're not. We're just friends.
Jacob: good! So we could go back to our relationship?
Julie: huh? ....I don't know...
Jacob: I understand that, let's go home.

Jacob terlihat tidak terlalu seneng, malah kayak bete gitu deh. Julie pun hanya diam, supaya Jacob mengantarnya pulang, naik taksi kan mahal (?)

Di jalan mau ke rumah, Julie mendapat sms dari Zayn.
" you arrive yet babe? Don't forget to watch our show in tv ;) x x"

Julie pun tersenyum sendiri, gatau kenapa, trus dia sama Zayn jadi smssan deh. Akhirnya Zayn nanya pin bb Julie, biar hemat bbm aja.

Mereka bbm-an sepanjang perjalanan, Julie juga senyum-senyum sendiri terus. Jacob jadi pissed off dan akhirnya nanya.

"With whom you're texting with?"

Julie pun bohong, dia bilang aja Liza.
Sisa perjalan pulang pun hanya diiringi oleh suara mesin mobil.
Akhirnya mereka nyampe ke rumah setelah stengah jem perjalanan dari bandara. Julie pun bilang thanks ke Jacob, lalu masuk rumahnya. Di ruang tamu ada mama papa lagi nonton. Julie takut dimarahin gara-gara nge dyed rambutnya. Tapi untung aja engga.

Mom: Julie! How's New York?
Julie: It was fine..
Dad: and how's Harry ? 
Julie: huh? What did u mean dad?
Dad: don't act like u don't know..
Mom: yea, we know. You're dating Harry Styles from One Direction.
Julie: no! We're just friends..
Dad: but what about the kiss?
Julie: you knew? 
Mom: yeah! Of course we knew. We watch the TV, heard from the radio, I read the magazine.
Julie: that's was just....um...friendly kiss!
Dad: friendly kiss? Haha. You really need to go take shower honey, you look awful.

Julie pun meninggalkan mama papanya di bawah dan naik ke atas, ke kamarnya.
Dia pun mandi, trus nonton TV. Pas di nyalain, tepat ada interview LIVE one direction di New York City. Trus ada yang akhirnya membahas tentang Love Life mereka. Pas Harry ditanyain tentang kehidupan percintaannya dia, di layar tempat interview, di paparkan foto ciuman Harry dan Julie!

.....
Interviewer: so Harry, who's that girl you met? At a school in Venice? What's her name again? Julie.. Julie Cox?

Harry pun hanya senyum senyum doang, Liam Louis dan Niall juga hanya senyum-senyum. Sedangkan Zayn hanya diam.

Harry: Julie..? Hmm.. She's just.. A friend.. 
Interviewer: Awh! Really? 
Harry: yeah. She's..Uhm.. Nice.
Interviewer: and who's the girl you met today at the airport? Wow, you're a dangerous man Harry! *ketawa*
Harry: huh? No.. She's a friend too. I'd rather not talk about it.
...
Interviewer: Okay! We'll see at today concert. So everyone! Here's One Direction!

Begitulah isi interviewnya. Julie pun skarang stay cool aja. Dia udah agak kebiasa dengan di ejek-ejek dan diancam sama directioners (fans 1D)

Julie iseng-iseng buka tasnya, eh, ada kotak yang kemarin di kasih Zayn, yang isinya adalah kunci. Dia jadi teringat, dia melihat ke arah gelang yang kemarin di kasih Zayn. Jadi galau lagi deh, keinget si Zayn. 

Julie pun mengambil sesuatu lagi di tasnya, ehh ada kalung yang di kasih Jacob. Dia pun pengen balikin, soalnya dia gaenak, udh ga jadian, jadi lebih baik di balikin aja.

Julie pun pergi ke rumah Jacob, jalan kaki, soalny rumahnya deket. Dia mengetok rumahnya, tapi ga ada yang bukain. Akhirnya dia mencoba membuka ganggang pintu, ternyata pintunya ga di tutup!

"Jacob? Are you home?" Kata Julie dengan suara agak gede.

Julie masuk ke ruang tamu, di dalam ada.............JACOB dan KATNISS kissing! 
Jacob kaget ngeliat ada Julie. Julie stunned, dia kaget, sangaaaaat kaget! Dengan rasa sangaaaaaat sedih, dan kesal, Julie melemparkan kalung yang Jacob kasih, lalu keluar.

"Julie! Wait!" Teriak Jacob.
"Don't mind her Jake, she's just not worth it." Katniss ngomong ke Jacob, sambil 'menggodanya'

-------------------------------------------------
Julie masuk ke rumahnya menahan nangis karena dia gamau nangis di jalanan. Syukur di ruang tamu ga ada mama papanya atopun Danny.

Julie masuk ke kamarnya, baru deh nangis sekenceng kencengnya. Dia bener-bener ganyangka, dia kira Jacob tuh cowo baik. Eh ternyata sama aja! Dia gabisa cerita ke siapa-siapa. Soalnya cuma Liza yang bisa dipercaya, tpi Liza gabisa dihubungin dari kemarin-kemarin. 

Julie hanya bisa nangis, bener-bener gabisa ditahan lagi. Dia pun mengambil mp3 player lamanya di laci meja laptopnya, mendengarkan lagu-lagu broken heart gitu deh, biar agak nenangin perasaannya dikit. 
Eh bukan malah tambah tenang, tapi malah bikin tambah sedih.

"I wish you were here, ...Zayn." 
Julie galau, trus dengerin lagu Taylor Swift yang judulnya forever and always.
Dia dengerin terus-terusan sampe ketiduran.

ZLS Chapter 9


Julie menonton TV terlalu serius, sampe-sampe gasadar udah jam 8. Jem 8 lebih sedikit bel kamar hotel Julie berbunyi. Julie deg-degan. Dia nervous. Sebelum membuka pintu, Julie ngaca sebentar, membenarkan rambutnya, memakai bedak sedikit dan lipgloss.
Saat Julie membuka pintu, terlihat Zayn di depan pintu memakai jaket varsity berwarna merah, jeans dan supra, tersenyum ke Julie.
“Julie, you’re so beautiful with your brown hair.” Katanya sambil tertawa kecil membuat Julie blushed. “So can I come in?”
Julie lupa, tapi dia langsung mempersilahkannya masuk. Di dalam, Zayn langsung duduk di sofa, dia menyuruh Julie duduk di sebelahnya.

“How do you know my room?” Tanya Julie.
“I ask the resepsionis.” Balasnya sambil berkedip satu mata (wink). “Have you eaten babe?” Tanya Zayn sambil melirik ke arah Julie.
“Nope..” Balas Julie sambil melihat ke arah Zayn juga.
“Good! Cos I just ordered some food for us tonight.” Kata Zayn sambil merangkul Julie.
Julie mulai deg-degan. Dia merasa beda aja. Dia merasa kalau itu adalah sebuah kencan.
Zayn mengambil sesuatu di kantongnya yang berbentuk dalam kotak kecil yang diikat dengan pita dan memberinya ke Julie.
“What’s this?” Tanya Julie sambil mengambil kotak itu.
“Open it.” Balasnya sambil tersenyum.
Julie membuka, ternyata sebuah kunci! Julie bingung kunci itu untuk apa, dan Zayn berkata, “its the key to my heart, please keep it forever.”
Julie pun tertawa kecil dan berkata, “haha you being serious?”
Zayn pun mengambil sesuatu di kantongnya, berbentuk kotak juga tapi agak sedikit lebih besar, dan dia memberinya ke Julie. “Haha no..its the key to this box.”
Julie mengambil kotak itu, membukanya dengan kunci. Ternyata isinya sebuah gelang! Gelang yang sangat bagus. Berwarna putih perak. Terlihat asli dan mahal. Sepertinya sebuah lucky charm.

“Zayn, you don’t need to do this.” Kata Julie sambil menutup kembali kotak itu.
“Please, if you wear that, I’ll be happy.” Balas Zayn sambil mengambil kotak itu dari tangan Julie, membuka dan mengambil gelang itu dan memasang di tangan Julie.
Saat di pasang, Julie memperhatikan muka Zayn.. Seperti ada yang berbeda yang dirasakan Julie. Beda saat dia bersama Harry. Apa mungkin dia jatuh cinta sama Zayn?!
Zayn sadar, kalo Julie ngeliatin wajah dia terus. Zayn pun ikut memperhatikan wajah Julie.
Zayn: you look so beautiful tonight.
Julie: ..
Zayn: ..
Zayn memperhatikan Julie dengan sangat dalam, dia mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Julie.
“Zayn.. You’re too close.” Kata Julie sambil agak menjauhkan wajahnya.
“I know.” Balas Zayn sambil mendekatkan wajahnya kembali.
Julie tau, pasti Zayn akan menciumnya, Julie memejamkan matanya.
Sangat dekat…………..

KRING! Bel kamarnya berbunyi.

Mereka berdua kaget, Julie langsung menjauhkan dirinya dan terlihat agak malu.
“#*@+, let me get that sh*t babe.” Kata Zayn sambil berdiri dan membuka pintu kamar, ternyata itu room service membawa makanan pesanannya.
Room service itu pun kaget melihat Zayn Malik, tapi dia hanya berpura-pura tidak tau, sok jaim gitu deh.
Julie duduk di sofa tadi, menundukan kepala, dia agak malu setelah kejadian tadi, biarpun belum sempat ciuman. Room service itu pun keluar setelah meletakan makanan di depan meja.
Makanannya ada chicken burrito dan eskrim  dan fruit punch.
Zayn mengajaknya makan, mereka berdua pun makan.
Mereka berdua makan sambil diam, ga ada yang ngomong.
Setelah menghabiskan chicken burrito mereka, Zayn mengambil 2 buah eskrim dari dalam kotak es. Satu rasa vanila dan satu lagi coklat.
“Chocolate is your favourite ice cream right babe?” Tanya Zayn sambil tersenyum.
“How do you know?”
“I stalk your twitter.”
“Zayn..”
Mereka berdua pun akhirnya tertawa kecil lalu memakan es krimnya. 
Zayn: babe there’s an ice cream on your lips.
Julie: huh? Ehm.. (Julie mengambil tissue untuk mengelap bibirnya.)
Zayn: you don’t need that, I could wipe it off ;)
Julie: ..
Zayn mendekati wajah Julie lagi, sangat dekat.. Julie tidak menjauh, dia malahan bengong. Dan yak! Bisa dibayangkan, Zayn mencium Julie! ..Itu ciuman pertama mereka. Setelah agak lama, Zayn melepaskan ciumannya dan tersenyum.
“Chocolate taste good!” Katanya sambil kembali memakan es krim vanilanya.
Julie terdiam, stunned! Dia blushed, dia merasa ada yang beda, bukan seperti saat Harry menciumnya. Dan sepertinya, dia memang benar-benar jatuh cinta sama Zayn!
“Erm.. Yeah, thanks..” Balas Julie sedikit gugup. Julie juga melanjutkan memakan eskrimnya dan kali ini dia memastikan tidak ada es krim meleber di bibirnya.
Mereka makan es krim itu sampe habis. Julie minum sedikit, dan akhirnya mereka mereka diam sesaat, mungkin masih agak aneh setelah ‘ciuman’ tadi. Akhirnya, Zayn memulai percakapan.
Zayn: Julie..
Julie: Yes?
Zayn: I just met you, less than a week, but.. I feel something different since we first met at the hotel.
Julie: …
Zayn: I’m asking you from the deep of my heart, will you be my bradford bad gurl babe?
Julie: huh? Do you mean.. Me.. You.. Going out?
Zayn: yeah.
Julie: I don’t know.. I just can’t I’m sorry..
Zayn: why?
Julie: because I need to know you more..
Zayn: that’s okay, I’m gonna wait babe
Zayn tidak terlihat sedih karena ditolak, karena dia pengen meyakinkan Julie kalo dia akan membantunya melupakan Jacob biarpun tidak secepat dan semudah yang dia bayangkan.
Julie melihat ke arah Zayn, dia melihat ke arah Zayn dengan dalam. “But I think..I love you too...” Kata Julie dengan penuh perasaannya. Zayn tersenyum hangat, tanpa berkata apa pun, Zayn memeluk Julie.
Julie merasa sangat nyaman di pelukan Zayn, perasaannya hampir sama saat Jacob memeluknya. 
—————————————————————————————— 
“Let me be with you for your last night.” Kata Zayn.
“….okay.” Desah Julie. “When will you come back to UK?” Tanya Julie, membuat topik baru.
Zayn menjawab dengan rada sedih, “next Friday babe.”
Julie merasakan sesuatu yang membuatnya sedih. Dia tidak ingin Zayn pergi. Dia ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi. 
Zayn pun tidak ingin membahas kepergiannya ke UK saat itu, dia menyuruh Julie untuk tidur, karena Zayn tau Julie pasti udah capek. Besok juga Julie harus balik ke LA dan besok juga One Direction akan konser di NY, Regal Union State. Julie pun membaringkan badannya, di tempat tidur, menyelimuti dirinya dengan selimut. Zayn pun tidur di sofa. 
“Goodnight Zayn.” 
“Goodnight Julie.”
Setelah agak lamaan, Julie tidak bisa tidur, tapi dia tetap memejamkan matanya. Dia merasakan Zayn berjalan ke arah tempat tidur Julie, dan tidur di sebelahnya. Tapi, Julie pura-pura tidak tau, dia hanya diam, seakan dia tidur. Zayn mengira Julie sudah tidur. DIapun mengecup kening Julie.
“i love you.”
continued to chapter 10

ZLS Chapter 8


Julie terbangun di subuh hari, jalanan di tengah hutan itu pun masih sepi. Julie melihat Zayn shirtless tertidur di sebelahnya!
Baju Zayn, menyelimuti tubuh Julie. Dia melihat Zayn menggigil, dia pun memberi baju dan jacket varsity Zayn kembali dan menyelimuti badan Zayn yang kedinginan. 
Melihat Zayn masih tertidur pulas, Julie masuk ke dalam bus, dia melihat Harry udah bangun dan bermain laptop. Tapi segera dia menutup laptopnya ketika melihat Julie masuk.
“Oh.. Um.. Hey Julie, you’re so early.”
“Haha, yeah.. So what u doing?”
“Nothing, just googling myself.”
Julie tertawa kecil, dia berjalan mendekati Harry, ikutan duduk di sebelahnya.
“So, what did you find?” Tanya Julie sambil membuka laptop Harry. Ternyata Harry sedang melihat-lihat berita di internet tentang dia berpacaran dengan Julie!
Harry, dengan rada-rada nerveous, menutup ‘tab’ di internet itu.
” I told you.” 
Julie bingung mau ngomong apa, inginya sih ngambek gara gara Harry masih ngungkit foto-foto itu, tapi nanti dikira childish. Julie pun hanya diam, tapi tetap duduk di sebelah Harry. 
“You mad?..” Tanya Harry sambil melihat ke arah Julie.
“No.. I’m not.” Balas Julie sambil mempaparkan senyum kecil.
Harry tertawa kecil, dia mengambil pulpen yang tergeletak di samping laptop, dan Harry mengambil tangan Julie.
“What are you doing?” Kata Julie bingung.
Harry tidak menjawab, dia menulis sesuatu di punggung tangan Julie. Dengan huruf besar, dia menulis ‘HS’.
“What does it mean?” Julie bertanya lagi kepada Harry. Harry menjawab dengan tersenyum. “Its Harry Styles, so when we arrived in New York, people could see that you’re mine.”
Julie blushed, tapi dia segera mengusap tangannya untuk menghapusnya. Harry langsung menyetop nya dan berkata, “please, just for today.”
Dengan agak kurang pasrah, Julie pun menyetujui, dan tidak menghapus.
Harry tersenyum, dia juga menuliskan ‘JC’ di punggung tangannya. 
———————————————
Setelah beberapa menit, supir bus bangun, dan mencuci mukanya dan melanjutkan perjalanan. Zayn pun yang tertidur diluar,bangun, dan masuk ke dalam bus.
Zayn masuk melihat Julie dan Harry duduk bersebelahan di bus sambil bermain laptop Harry.
Zayn lewat dan wink ke Julie dan berkata, “Yesterday was great.”
Julie pun hanya membalas dengan senyuman, Zayn berjalan ke arah Niall yang sedang makan. 
“What did you do with zayn?” Tanya Harry.
“Nothing, just chillin.” Balas Julie dengan tersenyum. 
Harry pura-pura tidak perduli, dia mengajak Julie berwebcam-an. Julie pun setuju. Mereka berdua foto-foto dengan webcam laptop Harry. Dengan gaya yang macam-macam. Mereka berdua seperti menikmati waktunya bersama.
Eleanor, Danielle, Liam, Louis, Niall, dan Zayn pun ikut-ikutan. Louis yang menyarankannya. So, 1 webcam laptop memuat 8 orang. 
Sebari berjalannya waktu, mereka akhirnya tiba di New York.
bus berjalan ke arah Plaza Hotel yang telah di penuhi mungkin ribuan cewe-cewe yang menunggu di sekitar hotel. Paparazzi sudah bersiap-siap dengan kameranya.
Eleanor memberikan Julie kacamata hitam dan berkata, “you might be needing this.”
Julie mengambil kacamata itu. 
Bus berhenti di depan pintu masuk Plaza Hotel. Paul, turun duluan, ke resepsionis dan mengambil kunci ruangan suite.
Menunggu aba-aba dari Paul, mereka pun turun dari bus. Security hotel pun sudah mengelilingi mereka.
Liam masuk bersama Danielle, dia melambai-lambai tangan ke fansnya. Begitu juga Louis dan Eleanor. Niall masuk bersama Zayn. Tadinya Zayn ingin bersama Julie, tapi, Harrysudah memegang tangan Julie terlebih dahulu.
Julie masuk bersama Harry dan dapat dirasakan cahaya-cahaya kamera tertuju pada dia dan Harry. Julie hanya menundukan kepalanya. 
Mereka pun menaiki lift ke lantai 12, di kamar suite. Syukur aja, ga ada yang ikutin mereka dari tangga emergency gitu.
Di dalam suite, banyak ruang-ruang. Suite itu sangat besar! Lebih besar dari rumah julie mungkin! 
Paul melihat kearah Julie dan berkata sambil tersenyum, “with whom you will sleep with?” 
Julie terlihat bingung, tapi dia juga gamau tidur bareng Harry ataupun Zayn ataupun orang-orang lain. Dia bilang, “I’m gonna hire a room.”
“Do you want me to do it for you?” Tanya Paul.
“No, I’ll do it by myself.”
Yang lain udah berberes-beres, sedangkan Niall, makan.
Harry dan Zayn melihat ke arah Julie, seperti pengen Julie tidur bersama salah satu dari mereka.
Julie keluar dari kamar, kebawah naik lift. Dapat dilihat, banyak paparazzi yang foto-foto dia, banyak juga yang nanya-nanya ke dia. Ada juga yang ejek-ejek kayak: “YOU BITCH!” , “I HATE YOU”, “STAY AWAY FROM MY BOYFRIEND” dll.
Julie hanya diam, menundukan kepalanya, dan ke resepsionis. Memesan kamar pakai duitnya sendiri. Dia pun memesan kamar DELUXE di lantai 10 nomor 108. Julie mengambil kuncinya, dan segera berjalan cepat ke lift dan naik ke atas.
Sampai di kamarnya, dia langsung membaringkan badannya di tempat tidur.
Dia membayangkan apa yang telah terjadi,semua seperti mimpi. Kemungkinan seorang cewek direbutin 2 orang terkenal sangatlah kecil. Tapi Julie mendapatkannya.
Sambil membaringkan badannya, hpnya bunyi. Zayn menanyakan kamarnya ada di nomor berapa. Julie malas membalas smsnya. Dia lagi ingin sendiri.
Julie pengen mandi, badannyaa udah lengket, tapi dia tidak membawa baju. Akhirnya dia pergi ke Plaza Mall, sebelah Plaza Hotel, tapi dia meninggalkan hpnya di kamar.
Di mall, dia berjalan dengan orang-orang mempehatikan dirinya. Julie tidak suka diliat-liat orang, akhirnya dia memutuskan sesuatu. Dia mencat rambutnya menjadi warna COKLAT!
Julie masuk kesalon yang bernama Matrix. Tanpa pikir panjang lagi, dia segera meminta untuk di cat rambutnya berwarna coklat.  
———————————————-----------------------------------
Setelah beberapa jam, Julie sekarang menjadi BRUNETTE! Rambutnya pun di blow sekalian, lalu Julie pergi ke toko pakaian dalam untuk membeli pakaian dalamnya. Dan dia juga pergi ke toko baju untuk membeli kaos dan jeans. Sehabis belanja, waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, dia pun balik ke hotel dan segera menuju kamarnya. Kali ini, tidak ada yang mengikuti ataupun memperhatikannya, mungkin hanya 1 atau 2 yang sadar kalo itu Julie Cox.
Begitu sampai di kamar, Julie mengecek hpnya. Banyak sms dan misscall yang masuk. Dari Zayn dan Harry yang menanyakan hal hal seperti “where’s your room?” “Where are you?” “Answer me please..” dsb.
Julie ingin kembali ke dunia lamanya, bersama Jacob. Hidup normal, tanpa ‘fame’. Julie pun memutuskan, besok dia akan balik, naik pesawat.
Julie me-bbm Liza, tapi tetap tidak delivered, ditelpon juga gabisa. Julie khawatir kalo terjadi sesuatu pada Liza. Tapi, dia tau kalo Liza pasti baik-baik saja. Belum lama, mamanya bbm Julie, menanyakan dia ada dimana, dia sekolah atau ngga. Julie dengan santai membalas kalo dia ngga sekolah, soalnya pasti mamanya ngga peduli juga. Dan ternyata benar, mamanya hanya membalas ‘ok’.
Setelah itu, Julie mandi, dan ganti baju, mumpung ada di NY, Julie pun memutuskan untuk jalan-jalan ke Central Park. Sebelum ke Central Park, Julie pun membeli pocket camera di Plaza Mall.
Karena itu pertama kali juga Julie ke New York.
Di mall, saat Julie ingin menaiki escalator, dia melihat di dekat pintu masuk mall, ada segerombolan cewek-cewek yang meneriaki:
“OMG ITS HARRY STYLES!”
“THATS ZAYN MALIK HES HOT!”
“LOOK AT NIALL HES SO CUTE!”
Mendengar teriakan teriakan itu, langkah jalan Julie semakin cepat. Untung saja, mereka tidak mengenali Julie, karena tadi terlihat Harry, Zayn, dan Niall sedang mencari-cari orang, dan mungkin Julie yang mereka cari. 
Julie memasuki toko kamera, dan segera membeli pocket camera. Yang harganya $199. Tanpa mengecek kondisi, Julie langsung membeli. Dan mba-mba yang jualan mengetahui kalo dia Julie yang di TV.
“Aren’t you Julie Cox? Harry’s girlfriend?” Tanyanya.
“Huh? No..Um..I’m not his girlfriend.” Jawabnya sambil rada gugup.
“Really? So what does that ‘HS’ on your hand stands for? Harry Styles?” Tanyanya lagi sambil tersenyum.
Julie lupa menghapus tulisan HS ditangannya. Dan segera menutupi tulisan itu dan berkata, “No.. Its stands for Holiday..Erm..Um..Summer! Yeah, Holiday Summer!”
Mba-mba toko itu pun hanya tersenyum, dan memberikan tas kertas berisi kamera. Julie berterima kasih dan pergi.
Tapi, saat dia ingin keluar toko, Harry, Niall, dan Zayn sedang lewat di depan toko itu.
Karena rada panik, saat Julie ingin berjalan belok ke arah yang berlawanan dengan mereka, she slipped her feet! Dan tidak sengaja dia ngomong, “Oh shit!” dengan volume yang agak kencang.
Harry berbalik badan, seperti mendengar suara Julie. Tapi dia tidak melihat cewek blonde satu pun. Julie berbalik badan melihat ke arah Harry, Zayn dan Niall.
“Julie?!” Kata Zayn, kaget.
Julie pun langsung berjalan cepat dengan kaki satu pincang. Menutupi wajahnya dengan rambutnya. Bisa dia rasakan, kalo dia diikuti. Harry segera mengejar Julie. Karena Julie sedang pincang, larinya lama. Harry mengambil tangan Julie. Dan dengan terpaksa, Julie membalikan badannya.
Harry: you’re brunette?
Julie: ..
Harry: Where were you ?
Julie: I’m sorry. You have the wrong person.
Harry: no! I’m pretty sure you’re Julie.
Zayn: Yep, you’re Julie. You wear the same shoes!
Julie: I’m not Julie, okay?! Sorry, I have to go.
Julie melepas genggaman tangan Harry, dan pergi. Dalam hati, Julie gregetan, kenapa Harry bisa tau kalo dia itu Julie,padahal penampilannya udah benar benar beda. 
——————————————–--------
Julie segera menaiki taxi dan pergi ke central park. Di sana, dia mencoba untuk melupakan semuanya dan menikmati sore hari itu. Dia memoto-moto pemandangan, dan foto dirinya sendiri dengan pemandangan. Dia jalan-jalan keliling taman kota itu, menikmati berjalan-jalan dengan warna rambut barunya. Dia merasa seperti orang yang baru. 
Setelah lama berjalan, tidak disadari, matahari sudah mulai terbenam. Julie pun segera balik ke hotel naik taxi. Dia naik kekamarnya dan saat dia masuk, ada bunga di atas meja dan sebuah surat.

Isi suratnya :
“Julie! Nice hair babe ;) x x
Let me meet you tonight at your room at 8 :)  
Zayn x”
Julie menghela napas. Membaringkan badannya di tempat tidur sambil menonton TV. Sambil menonton TV, Julie meng-charger hpnya. (Dia selalu membawa charger hp dalam tasnya).
Julie iseng iseng membuka twitternya. Banyak yang mention dia kayak ‘are you brunette now?’. Julie pun ga mau membalas, dia iseng-iseng buka twitter Zayn. Beberapa menit yang lalu Zayn ngetweet, ‘can’t wait for tonight ;) x x’
Julie ga pengen GR, tapi kayaknya Zayn bakal ngasih surprise deh.
Julie juga membuka twitter Harry, dan last tweetnya itu ‘where are you?’
Tiba-tiba hpnya bergetar, ada bbm. Ternyata bbm dari………JACOB!
*layar bbm*
Jacob: hey jullie. :)
Julie: hello x
Jacob: how are you?
Julie: good, you?
Jacob: not really good :(
Julie: why’s that? :/
Jacob: I’m missing you..
Julie: huh?
Jacob: I said, I’m missing you. I miss you
Julie: yeah Jake, I miss you too. x
Jacob: where are you? Not going to school today?
Julie: no, I’m in new york.
Jacob: NEW YORK? I’m guessing those british lads
Julie: kinda.
Jacob: when will you be back?
Julie: tomorrow
Jacob: I’ll meet you tomorrow k?
Julie: okay x
Jacob: cya, I love you xx
Begitulah bbm dari Jacob. Membuat Julie tambah galau. Jacob selalu memberi dia harapan. Tapi dia terjebak dengan kehidupan selebritis gara-gara Harry!
Menunggu jam 8, Julie hanya menunggu di depan TV sambil tidur-tiduran.
continued to chapter 9