Sebari membaringkan badan di sofa depan TV, dia smssan dengan Liza dan menjelaskan semuanya. Akhirnya, Harry meng-sms setelah Julie menolak panggilan teleponnya beberapa kali.
“Julie answer me please
xx.”
“Julie answer me please
Kali ini, Julie sangat tidak mau berhubungan dengan Harry atau pun salah satu anggota 1D, dia ngefans, tapi dia tidak terobsesi. Dia ingin melanjutkan kehidupan normalnya dengan Jacob. Jadi Julie memutuskan sesuatu yang semua directioners inginkan.
“Harry, stop calling me / texting me again, I don’t wanna involve into your life, just think that you never ever met me. x”
Setelah itu, Julie mengdelete kontak Harry. Danny, hanya terus memakan cookies dan nonton TV, dia tidak terlalu mementingkan Julie, apalagi menyadari Julie sedang dalam masalah. Mengetahui Julie yang di TV itu saja, dia menghiraukan.
Liza lagi di luar kota, dia tidak bisa datang menemani Julie. Jadi Julie menelepon Jacob untuk datang ke rumahnya.
Beberapa menit kemudian, Jacob datang. Dengan raut muka yang rada kesal. Tanpa ngomong panjang lebar, Julie mengajak Jacob ke atas, karena di bawah, Danny sedang nonton.
Julie: You knew, huh?
Jacob: Yes. Why didn’t you tell me?
Julie: tell you what?
Jacob: you’re meeting up with Harry, kiss him and even spend the night at their hotel!
Julie: cos that’s all just a mistake! I didn’t kiss him! He kissed me, he was drunk.
Jacob: we only dated for 2 days, and you gave me this shit.
Julie: you’re just mistaken, you have to trust me Jake!
Jacob: I believe you Jul, but I need time.
Julie: er, okay. I love you jacob!
Jacob: I love you too Julie.
Jacob: Yes. Why didn’t you tell me?
Julie: tell you what?
Jacob: you’re meeting up with Harry, kiss him and even spend the night at their hotel!
Julie: cos that’s all just a mistake! I didn’t kiss him! He kissed me, he was drunk.
Jacob: we only dated for 2 days, and you gave me this shit.
Julie: you’re just mistaken, you have to trust me Jake!
Jacob: I believe you Jul, but I need time.
Julie: er, okay. I love you jacob!
Jacob: I love you too Julie.
Instead of kissing her, Jacob memeluknya dengan erat, seperti tidak ingin kehilangannya. Dia lalu mencium keningnya, dan pergi.
Refreshing, Julie membuka laptop dan membuka twitter. Dia melihat background laptopnya. Galau lagi deh.
Dia mengupdate tweetnya, ‘thanks to you all me and my boyfriend are fighting :(.’
Followersnya pun menambah, dan dia melihat Zayn, Harry, dan Niall memfollow twitternya.
Julie membalas tweet-tweet orang yang percaya kalo dia sama Harry ga ada apa-apa.
Belom lama setelah kabar Harry dan dia ciuman, ada lagi berita yang baru.
‘Julie caught spending the night with Zayn Malik from One Direction’
Dia mengupdate tweetnya, ‘thanks to you all me and my boyfriend are fighting :(.’
Followersnya pun menambah, dan dia melihat Zayn, Harry, dan Niall memfollow twitternya.
Julie membalas tweet-tweet orang yang percaya kalo dia sama Harry ga ada apa-apa.
Belom lama setelah kabar Harry dan dia ciuman, ada lagi berita yang baru.
‘Julie caught spending the night with Zayn Malik from One Direction’
Derita Julie pun bertambah lagi, makin banyak pula yang bisa menganggap Julie sebagai ‘bitch’.
Sebelum meng-sign out, Julie ngetweet, ‘if you care, don’t trust anything about me and harry or me and zayn xx.’
Melihat sekitar kamar penuh dengan poster one direction, Julie langsung merobek semuanya, agar tidak teringat Harry. Lalu Julie pun membaringkan badannya di tempat tidur, padahal itu masih sekitar jam 1 siang.
Julie tertidur sampai jam 6 malam, dia terbangun oleh suara berisik mama papanya dibawah. Mereka sedang sibuk memikirkan rumah baru mereka, karena papanya dipindahkan kerja ke New York 2 minggu lagi. Julie dan Danny akan tinggal bersama tanpa mama papanya selama 3 bulan.
Mama dan papanya tidak tau tentang salah satu berita infotaiment tentang Julie dan personil 1D. Jadi Julie turun kebawah dengan tampang yang inocent.
“Mom, I need food.”
“Glad you ask! We’ve just bought a box of chocolate dear.”
“Mom, I need food.”
“Glad you ask! We’ve just bought a box of chocolate dear.”
Julie pun langsung mengambil beberapa coklat dari kotak coklat yang ditunjuk mama. Sambil memakan coklat memasuki kamar, Julie iseng-iseng membuka hpnya. Ada 10 sms lebih dari nomor tanpa nama yang dia udah yakin pasti itu Harry. Dan ada 1 sms dari nomor tanpa nama juga isinya:
‘Ey babe
x x x’
‘Who’s this?’
‘Guess
xx’
‘Idk.’
‘Its Zayn, Harry gave me your number babe ,
x x’
‘Not being rude but, please don’t ever talk to me again
, x.’
‘Ey babe
‘Who’s this?’
‘Guess
‘Idk.’
‘Its Zayn, Harry gave me your number babe ,
‘Not being rude but, please don’t ever talk to me again
Keputusan Julie menjauhkan diri dari Zayn/Harry udah bulat. Dia tidak ingin lagi melihat mukanya di TV apalagi karena kejadian dalam 1 hari. Terlalu banyak beban pikiran, Julie pun ketiduran.
—————————————————————————————————
“Julie wake up!” Teriak mama dari bawah.
Julie pun bangun, mandi, dan kebawah untuk sarapan, mukanya keliatan sangat lelah. “What’s with the face?” Kata mama khawatir. Julie menggelengkan kepala untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
Papanya mengantar Julie ke sekolah. Dan yep. Semuanya TOTALLY DIFFERENT. Saat turun mobil, berjalan ke pintu masuk, melewati lorong, masuk kelas, hampir semua murid memperhatikan Julie. Banyak yang mulai ‘sok kenal’ sama dia. Julie duduk di tempat biasa, tapi Liza tidak ada, karena sedang keluar kota. Jacob menghampiri Julie, duduk di sebelahnya, tanpa sepatah kata.
Julie pun bangun, mandi, dan kebawah untuk sarapan, mukanya keliatan sangat lelah. “What’s with the face?” Kata mama khawatir. Julie menggelengkan kepala untuk memastikan semuanya baik-baik saja.
Papanya mengantar Julie ke sekolah. Dan yep. Semuanya TOTALLY DIFFERENT. Saat turun mobil, berjalan ke pintu masuk, melewati lorong, masuk kelas, hampir semua murid memperhatikan Julie. Banyak yang mulai ‘sok kenal’ sama dia. Julie duduk di tempat biasa, tapi Liza tidak ada, karena sedang keluar kota. Jacob menghampiri Julie, duduk di sebelahnya, tanpa sepatah kata.
Mungkin Jacob mengetahui juga tentang Zayn. Setelah beberapa menit kediaman, Jacob memegang tangan Julie dan berkata, “Now you’re famous, you can get someone better than me.”
Julie melongo, Jacob melepas genggaman tangannya dan tetap duduk di sebelah Julie. Suasana agak rame, Julie pun sedikit-sedikit mendengar teman-temannya berbisik agak keras, apalagi Katniss.
“Julie’s a bitch.” “Julie’s dating Harry and Zayn? What a slut.” “Godd I fucking hate her.”
Julie pun mencoba bersabar dan duduk diam mengutak-ngatik hpnya. Banyak sms masuk, tapi dia tidak pernah membacanya lagi.
KRING!
Suara nyaring bel menusuk telinga dengan kuat. Murid-murid Venice High School pun bergrombolan memasuki kelas masing-masing. Begitu juga Ms. Puff, guru sejarah.
Selama pelajaran, Julie hanya diam, bengong. Sampai 2 jam selesai, Julie tersadarkan oleh bel istirahat sekolah.
Belum lama setelah bel, di luar kelas, murid-murid yang cewe banyak yang teriak dengan histeris.
Selama pelajaran, Julie hanya diam, bengong. Sampai 2 jam selesai, Julie tersadarkan oleh bel istirahat sekolah.
Belum lama setelah bel, di luar kelas, murid-murid yang cewe banyak yang teriak dengan histeris.
“OHMYGOD ITS HARRY STYLES! FROM ONE DIRECTION!”
Mendengar nama Harry, Julie langsung berjalan cepat ke kantin. Dia yakin, pasti Harry ingin mendatanginya. Jacob hanya duduk, menghembuskan napas dan mengangkat alisnya setelah mendengar teriakan nama Harry di luar.
——————————————————————————————
Harry: yeah hey, you guys friends with julie? Where’s she?
Girl 1: I don’t care about her! I love you!!
Girl 2: Harry, I’m better than her!
Girl 3: I saw her just now, walking to the canteen! Now give me your autograph?
Harry: here’s. Thanks for the information babe
Girl 4: let me show you the way to the canteen!
Harry: that’s very nice of you, thanks!
Girl 1: I don’t care about her! I love you!!
Girl 2: Harry, I’m better than her!
Girl 3: I saw her just now, walking to the canteen! Now give me your autograph?
Harry: here’s. Thanks for the information babe
Girl 4: let me show you the way to the canteen!
Harry: that’s very nice of you, thanks!
Cewek itu pun menunjukan arah ke kantin selagi cewek-cewek lain meneriaki namanya dan mengikuti dari belakang dan memfoto-foto dia.
Julie sedang menutupi mukanya dengan rambutnya sambil duduk di meja kantin bersama temannya, Peeta.
Julie sedang menutupi mukanya dengan rambutnya sambil duduk di meja kantin bersama temannya, Peeta.
“Hey look Julie! Its Harry!” Sahut Peeta. “Harry Styles! Julie’s here……!”
Julie dengan segera menutup mulut Peeta. Tapi, Harry udah keburu melihat Julie. Harry meminta tolong, supaya jangan mengikuti dia. Dan dengan terpaksa, cewek-cewek itu pun pergi.
Julie merasa malu! Dengan segera dia pergi ke taman sekolah, dengan menutup mukanya.
Julie merasa malu! Dengan segera dia pergi ke taman sekolah, dengan menutup mukanya.
“Julie! Wait up!” Teriak Harry sambil berlari ke arahnya. “Please!”
Julie berhenti, berbalik arah, dan jalan mendekati Harry:
Julie berhenti, berbalik arah, dan jalan mendekati Harry:
Julie: what?
Harry: I’m sorry you get involved in my life.
Julie: say that to jacob! We broke up.
Harry: ..that’s great!
Julie: *mendekati Harry lebih dekat dengan marah* great? What’s great about that?!
Harry: This.
Harry: I’m sorry you get involved in my life.
Julie: say that to jacob! We broke up.
Harry: ..that’s great!
Julie: *mendekati Harry lebih dekat dengan marah* great? What’s great about that?!
Harry: This.
Dengan senyuman kecil, Harry mencium bibir Julie. Julie kaget, dia terbawa suasana. Agak lama, Julie melepaskan ciumannya. Melihat ke arah teman-temannya, dan malu. Semua orang melihat kejadian itu, secara langsung!
Harry tersenyum, tanpa tampang menyesal, berkata, “let me save you from here!” Harry pun menarik tangan Julie, berlari keluar sekolah lewat gerbang belakang.
continued to chapter 7

Tidak ada komentar:
Posting Komentar