HEY i'm a
Directioner! VasHappening?
thankyou for reading my stories, you can read them from 'story one', 'story two', or 'zls'. please leave a message or opinion in the comment box (:

oh my flack! youre the

Minggu, 06 Mei 2012

ZLS Chapter 7


“Harry!” Kata Julie sambil ngos-ngosan abis lari dan melepas pegangan tangan Harry. Harry hanya tertawa dan berkata, “you’re so beautiful when you’re mad, I just can’t hold it.”
Julie blushed, kayaknya dia terlalu melebih-lebihkan peristiwa kemarin. Jadi dia ingin minta maaf.
Julie : I’m sorry..
Harry : for what?
Julie : for ignoring your texts and calls..
Harry : I forgive you
Julie : really?
Harry : but.. *Harry mulai tersenyum genit*
Julie : but what?
Harry : your lips, my lips. Mm yeah you know ;)
Julie : noo! I’m not doing that anymore..
Harry : please (‘ʃƪ’)
Julie : on the cheek?
Harry : fine..
Julie mendekat ke pipi Harry, tapi saat ingin mencium, Harry turns right his head, and Julie kissed his lips!
Julie langsung melepas ciumannya. Ini yang ketiga kali dia mencium Harry.
Tapi, Zayn, melihat itu. Dengan tampang stay cool, dia berkata.
“Paul is waiting for us in the bus.” 
Harry tersenyum melihat Julie yang cengo. Harry pun menarik tangan Julie, “Let’s go!”
Belum sempat menjawab, Julie langsung di ajak berlari ke arah bus besar bergambarkan One Direction di depan sekolah yang di kerumunin banyak cewek-cewek Venice High School.
Harry mengajak masuk ke bus, tapi Julie menggelengkan kepala, dia tidak berhak naik bus itu, lagian dia merasa bukan siapa-siapa.
“Cmon, we’re friends now!” Kata Harry sambil memaksa Julie masuk.
“No, I’m not going in!” Tolak Julie.
“Well, I’m not leaving until you come with me..” Balas Harry sambil turun lagi dari bus. 
“Boys, we have to attend the concert in New York like right now!” Sambung Paul dari dalam bus.
“I told you, I’m not leaving until Julie agrees.”
“But…”
“Well, let’s go Julie!” Sambut Zayn dari belakang.
Julie menengok kebelakang melihat Zayn dengan muka memelas, dan melihat Harry dengan tampang terpaksa, “alright.”
“YES!” 
Julie, Harry, dan Zayn masuk kedalam bus. Sementara cewek-cewek lain meneriaki mereka. 
—————————————————————————————— 
Di dalam bus besar itu, ada Louis, Liam, Niall, Eleanor, dan Danielle. Mereka semua menyapa Julie dengan senang.
Julie belum pernah merasakan sangat di butuhkan begitu. 
“Where are we going?” Kata Julie dengan gugup karena dikelilingi banyak orang-orang yang belum terlalu dia kenal.
“New York City babe.” Kata Zayn dengan tersenyum.
Julie kaget! Karena dia belum pernah pergi keluar kota kalau bukan dengan keluarganya.
Julie pun duduk, di sofa di dalam bus itu. Sementara Louis dan Eleanor sibuk ngobrol, Liam dan Danielle juga. Niall sibuk makan. Zayn dan Harry, menonton TV: Castle 4.
Julie segera memberitahu mamanya kalau dia akan pergi untuk beberapa hari. Julie juga memberitahu Liza, tapi, Liza tidak bisa dihubungi. Julie juga membuka twitter, tepat saat Jacob ngetweet.
“Bringing you to that concert was one of my biggest mistake.”
Julie pun jadi teringat Jacob, dia memegang kalung yang diberi Jacob saat makan di Fish&Co , dia melepaskannya dan memasukkannya ke dalam tas, dan saat Julie kembali, dia akan mengembalikannya ke Jacob. 
Zayn melihat Julie yang dari tadi terlihat sedih, dia pun menghampirinya dan duduk di sebelahnya. 
Zayn: are you alright babe?
Julie: Yeah..I guess
Zayn: I’m sorry you have to go with us to new york
Julie: that’s alright, but that’s not what I’m worried about..
Zayn: so, what’s that?
Julie: I’m worried about Jacob, maybe now he thinks that I’m just playing his heart, I feel like a bitch.
Zayn: no you’re not! Don’t ever think that, its not your fault.
Julie mulai menangis, dia pun terjatuh ke pelukan Zayn, dan Zayn merangkulnya dan membiarkan Julie menangis di dadanya. 
“Everythings gonna be alright babe.”
Julie pun tertidur di pangkuan Zayn. Zayn juga ikut tertidur sedangkan Harry memperhatikan mereka berdua, sepertinya cemburu.
Waktu berjalan sangat cepat, tak disadarkan, sudah malam. Julie terbangun saat busnya berhenti di suatu jalan yang sangat sepi dan gelap. Dan suara berisik terdengar di belakang bus, itu suara LouisEleanor, LiamDanielle, Niall dan Harry yang asyik makan sambil nonton TV.
“Enjoying your sleep babe?” Tanya Zayn sambil tersenyum melihat kearah Julie yang masih setengah membuka matanya dan masih tertidur di pangkuannya. Tersadar, Julie segera duduk dan mencoba mengingat apa ya terjadi sebelum dia tertidur tadi.
“Where are we?” Tanya Julie.
“We’re in the O’Neal forest street, we’re resting for the night.” Jelas Zayn. Julie pun mengangguk.
Zayn mengajak Julie makan di bagian belakang bus. Di sana, seisi bus menunggu Julie untuk makan, sedangkan Niall, sudah makan duluan. Ada meja makan di bus itu, penuh dengan makanan.
Eleanor: There you are Julie, we have been waiting for you!
Liam: Yeah, take a seat!
Julie: *duduk dan tersenyum*
Niall: just realize she has a pretty smile!
Harry: I told you!
Zayn: Haha yeaa! Let’s eat!
Mereka semua makan sambil ngobrol-ngobrol. Saat makan, Julie merasakan hpnya bunyi, ternyata bbm dari Jacob.
“Julie…”
Julie tidak ingin menyakiti perasaan Jacob lagi, jadi dia tidak membalas bbmnya melainkan di read doang.
Sehabis mereka semua makan, mereka tidur di kursi bus. Julie, tidak bisa tidur, karena tadi dia udah tidur agak lama. Julie melihat sekeliling, bus itu sangat sepi, semua terlihat tertidur pulas.
Karena tidak bisa tidur, Julie keluar dari bus, dan duduk di tanah. Dia terlihat sangat galau. Sahabatnya tidak bisa dihubungi, orangtuanya tidak khawatir sama sekali tentang keberadaannya. Julie merasa kesepian. Dia duduk diluar sambil mengotak atik hpnya, melihat chat-chat lama dia Jacob.
Tiba-tiba ada tangan orang dari belakang menepuk pundaknya.
“Can’t sleep yet?” Kata suara itu yang ternyata Zayn.
“Yea..” Balas Julie dengan suara yang sangat pelan.
Zayn pun bergabung, duduk di sebelah Julie. Zayn tau kalo Julie lagi sedih. Zayn gasuka liat Julie kayak gitu. Dia pun merangkul Julie.
“You’re freezing.” Kata Zayn, khawatir.
“Erm..No..I’m not.” Balas Julie.
Tanpa basa basi, Zayn melepaskan varsity jaketnya dan memakaikannya ke badan Julie. Dan memeluknya.
“Feel warmer now?”
“Yes.. Thankyou.”
Zayn melepaskan pelukannya dan mengajak Julie melihat bintang yang bersinar. Sedikit menghibur Julie.
“The stars are beautiful tonight.” Kata Julie sambil memandang langit.
“Yes, but there’s something more beautiful than the stars.” Balas Zayn dengan memperhatikan mata Julie sambil tersenyum.
“What?” Kata Julie sambil membalas senyumannya.
“Your eyes!” 
Julie blushed. Mereka berdua pun tertawa bersama di bawah dinginnya malam.
Waktu berjalan sangat cepat, selagi Zayn dan Julie tiduran bersama di tanah memandangi bintang.
Lama kelamaan, Julie tertidur di pelukan Zayn.  

continued to chapter  8

Tidak ada komentar:

Posting Komentar