Julie menonton TV terlalu serius, sampe-sampe gasadar udah jam 8. Jem 8 lebih sedikit bel kamar hotel Julie berbunyi. Julie deg-degan. Dia nervous. Sebelum membuka pintu, Julie ngaca sebentar, membenarkan rambutnya, memakai bedak sedikit dan lipgloss.
Saat Julie membuka pintu, terlihat Zayn di depan pintu memakai jaket varsity berwarna merah, jeans dan supra, tersenyum ke Julie.
Saat Julie membuka pintu, terlihat Zayn di depan pintu memakai jaket varsity berwarna merah, jeans dan supra, tersenyum ke Julie.
“Julie, you’re so beautiful with your brown hair.” Katanya sambil tertawa kecil membuat Julie blushed. “So can I come in?”
Julie lupa, tapi dia langsung mempersilahkannya masuk. Di dalam, Zayn langsung duduk di sofa, dia menyuruh Julie duduk di sebelahnya.
Julie lupa, tapi dia langsung mempersilahkannya masuk. Di dalam, Zayn langsung duduk di sofa, dia menyuruh Julie duduk di sebelahnya.
“How do you know my room?” Tanya Julie.
“I ask the resepsionis.” Balasnya sambil berkedip satu mata (wink). “Have you eaten babe?” Tanya Zayn sambil melirik ke arah Julie.
“Nope..” Balas Julie sambil melihat ke arah Zayn juga.
“Good! Cos I just ordered some food for us tonight.” Kata Zayn sambil merangkul Julie.
Julie mulai deg-degan. Dia merasa beda aja. Dia merasa kalau itu adalah sebuah kencan.
Zayn mengambil sesuatu di kantongnya yang berbentuk dalam kotak kecil yang diikat dengan pita dan memberinya ke Julie.
“What’s this?” Tanya Julie sambil mengambil kotak itu.
“Open it.” Balasnya sambil tersenyum.
“What’s this?” Tanya Julie sambil mengambil kotak itu.
“Open it.” Balasnya sambil tersenyum.
Julie membuka, ternyata sebuah kunci! Julie bingung kunci itu untuk apa, dan Zayn berkata, “its the key to my heart, please keep it forever.”
Julie pun tertawa kecil dan berkata, “haha you being serious?”
Zayn pun mengambil sesuatu di kantongnya, berbentuk kotak juga tapi agak sedikit lebih besar, dan dia memberinya ke Julie. “Haha no..its the key to this box.”
Julie pun tertawa kecil dan berkata, “haha you being serious?”
Zayn pun mengambil sesuatu di kantongnya, berbentuk kotak juga tapi agak sedikit lebih besar, dan dia memberinya ke Julie. “Haha no..its the key to this box.”
Julie mengambil kotak itu, membukanya dengan kunci. Ternyata isinya sebuah gelang! Gelang yang sangat bagus. Berwarna putih perak. Terlihat asli dan mahal. Sepertinya sebuah lucky charm.
“Zayn, you don’t need to do this.” Kata Julie sambil menutup kembali kotak itu.
“Please, if you wear that, I’ll be happy.” Balas Zayn sambil mengambil kotak itu dari tangan Julie, membuka dan mengambil gelang itu dan memasang di tangan Julie.
“Please, if you wear that, I’ll be happy.” Balas Zayn sambil mengambil kotak itu dari tangan Julie, membuka dan mengambil gelang itu dan memasang di tangan Julie.
Saat di pasang, Julie memperhatikan muka Zayn.. Seperti ada yang berbeda yang dirasakan Julie. Beda saat dia bersama Harry. Apa mungkin dia jatuh cinta sama Zayn?!
Zayn sadar, kalo Julie ngeliatin wajah dia terus. Zayn pun ikut memperhatikan wajah Julie.
Zayn: you look so beautiful tonight.
Julie: ..
Zayn: ..
Julie: ..
Zayn: ..
Zayn memperhatikan Julie dengan sangat dalam, dia mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Julie.
“Zayn.. You’re too close.” Kata Julie sambil agak menjauhkan wajahnya.
“I know.” Balas Zayn sambil mendekatkan wajahnya kembali.
Julie tau, pasti Zayn akan menciumnya, Julie memejamkan matanya.
Sangat dekat…………..
“Zayn.. You’re too close.” Kata Julie sambil agak menjauhkan wajahnya.
“I know.” Balas Zayn sambil mendekatkan wajahnya kembali.
Julie tau, pasti Zayn akan menciumnya, Julie memejamkan matanya.
Sangat dekat…………..
KRING! Bel kamarnya berbunyi.
Mereka berdua kaget, Julie langsung menjauhkan dirinya dan terlihat agak malu.
“#*@+, let me get that sh*t babe.” Kata Zayn sambil berdiri dan membuka pintu kamar, ternyata itu room service membawa makanan pesanannya.
Room service itu pun kaget melihat Zayn Malik, tapi dia hanya berpura-pura tidak tau, sok jaim gitu deh.
Room service itu pun kaget melihat Zayn Malik, tapi dia hanya berpura-pura tidak tau, sok jaim gitu deh.
Julie duduk di sofa tadi, menundukan kepala, dia agak malu setelah kejadian tadi, biarpun belum sempat ciuman. Room service itu pun keluar setelah meletakan makanan di depan meja.
Makanannya ada chicken burrito dan eskrim dan fruit punch.
Zayn mengajaknya makan, mereka berdua pun makan.
Mereka berdua makan sambil diam, ga ada yang ngomong.
Setelah menghabiskan chicken burrito mereka, Zayn mengambil 2 buah eskrim dari dalam kotak es. Satu rasa vanila dan satu lagi coklat.
Zayn mengajaknya makan, mereka berdua pun makan.
Mereka berdua makan sambil diam, ga ada yang ngomong.
Setelah menghabiskan chicken burrito mereka, Zayn mengambil 2 buah eskrim dari dalam kotak es. Satu rasa vanila dan satu lagi coklat.
“Chocolate is your favourite ice cream right babe?” Tanya Zayn sambil tersenyum.
“How do you know?”
“I stalk your twitter.”
“Zayn..”
“How do you know?”
“I stalk your twitter.”
“Zayn..”
Mereka berdua pun akhirnya tertawa kecil lalu memakan es krimnya.
Zayn: babe there’s an ice cream on your lips.
Julie: huh? Ehm.. (Julie mengambil tissue untuk mengelap bibirnya.)
Zayn: you don’t need that, I could wipe it off
Julie: ..
Julie: huh? Ehm.. (Julie mengambil tissue untuk mengelap bibirnya.)
Zayn: you don’t need that, I could wipe it off
Julie: ..
Zayn mendekati wajah Julie lagi, sangat dekat.. Julie tidak menjauh, dia malahan bengong. Dan yak! Bisa dibayangkan, Zayn mencium Julie! ..Itu ciuman pertama mereka. Setelah agak lama, Zayn melepaskan ciumannya dan tersenyum.
“Chocolate taste good!” Katanya sambil kembali memakan es krim vanilanya.
“Chocolate taste good!” Katanya sambil kembali memakan es krim vanilanya.
Julie terdiam, stunned! Dia blushed, dia merasa ada yang beda, bukan seperti saat Harry menciumnya. Dan sepertinya, dia memang benar-benar jatuh cinta sama Zayn!
“Erm.. Yeah, thanks..” Balas Julie sedikit gugup. Julie juga melanjutkan memakan eskrimnya dan kali ini dia memastikan tidak ada es krim meleber di bibirnya.
Mereka makan es krim itu sampe habis. Julie minum sedikit, dan akhirnya mereka mereka diam sesaat, mungkin masih agak aneh setelah ‘ciuman’ tadi. Akhirnya, Zayn memulai percakapan.
Zayn: Julie..
Julie: Yes?
Zayn: I just met you, less than a week, but.. I feel something different since we first met at the hotel.
Julie: …
Zayn: I’m asking you from the deep of my heart, will you be my bradford bad gurl babe?
Julie: huh? Do you mean.. Me.. You.. Going out?
Zayn: yeah.
Julie: I don’t know.. I just can’t I’m sorry..
Zayn: why?
Julie: because I need to know you more..
Zayn: that’s okay, I’m gonna wait babe
Julie: Yes?
Zayn: I just met you, less than a week, but.. I feel something different since we first met at the hotel.
Julie: …
Zayn: I’m asking you from the deep of my heart, will you be my bradford bad gurl babe?
Julie: huh? Do you mean.. Me.. You.. Going out?
Zayn: yeah.
Julie: I don’t know.. I just can’t I’m sorry..
Zayn: why?
Julie: because I need to know you more..
Zayn: that’s okay, I’m gonna wait babe
Zayn tidak terlihat sedih karena ditolak, karena dia pengen meyakinkan Julie kalo dia akan membantunya melupakan Jacob biarpun tidak secepat dan semudah yang dia bayangkan.
Julie melihat ke arah Zayn, dia melihat ke arah Zayn dengan dalam. “But I think..I love you too...” Kata Julie dengan penuh perasaannya. Zayn tersenyum hangat, tanpa berkata apa pun, Zayn memeluk Julie.
Julie merasa sangat nyaman di pelukan Zayn, perasaannya hampir sama saat Jacob memeluknya.
Julie merasa sangat nyaman di pelukan Zayn, perasaannya hampir sama saat Jacob memeluknya.
——————————————————————————————
“Let me be with you for your last night.” Kata Zayn.
“….okay.” Desah Julie. “When will you come back to UK?” Tanya Julie, membuat topik baru.
Zayn menjawab dengan rada sedih, “next Friday babe.”
“….okay.” Desah Julie. “When will you come back to UK?” Tanya Julie, membuat topik baru.
Zayn menjawab dengan rada sedih, “next Friday babe.”
Julie merasakan sesuatu yang membuatnya sedih. Dia tidak ingin Zayn pergi. Dia ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi.
Zayn pun tidak ingin membahas kepergiannya ke UK saat itu, dia menyuruh Julie untuk tidur, karena Zayn tau Julie pasti udah capek. Besok juga Julie harus balik ke LA dan besok juga One Direction akan konser di NY, Regal Union State. Julie pun membaringkan badannya, di tempat tidur, menyelimuti dirinya dengan selimut. Zayn pun tidur di sofa.
“Goodnight Zayn.”
“Goodnight Julie.”
Setelah agak lamaan, Julie tidak bisa tidur, tapi dia tetap memejamkan matanya. Dia merasakan Zayn berjalan ke arah tempat tidur Julie, dan tidur di sebelahnya. Tapi, Julie pura-pura tidak tau, dia hanya diam, seakan dia tidur. Zayn mengira Julie sudah tidur. DIapun mengecup kening Julie.
“i love you.”
continued to chapter 10

Tidak ada komentar:
Posting Komentar