HEY i'm a
Directioner! VasHappening?
thankyou for reading my stories, you can read them from 'story one', 'story two', or 'zls'. please leave a message or opinion in the comment box (:

oh my flack! youre the

Rabu, 12 Desember 2012

ZLS 3

--------------------------------------------

*sisa hari di minggu ini*

Aku mulai mencari kenyamanan di tempat ini, aku sudah mulai terbiasa, aku tau dimana barang-barang diletakkan dan bagaimana cara hidup di lingkungan seperti ini. Hari demi hari, aku menyadari Zayn bangun lebih awal dan alasannya 'aku tidak mau meninggalkanmu sendiri' dan itu membuatku sangat senang. Akhir minggu ini, aku membuat dia untuk mencukur, dan dia tampak sangat bagus dengan pipi yang tidak berambut!

“Lebih baik?” Tanyanya melangkah keluar dari kamar mandi.
“Sangat baik.” 
——————————————————————————————
*weekend minggu depannya*

“Aku mau memesan...” Katanya melihat menu yang di restauran kecil di sekitar flat Zayn, aku sedang melihat melihat menu dan dia melakukan hal yang sama. Ini pertama kali kami benar benar keluar rumah dan makan di restauran dan aku merasa sangat bangga! Aku sangat senang karena kami pergi keluar dan dia orang yang mengajaknya terlebih dahulu karena aku mulai pergi dari flatnya sendiri setiap hari dan pergi keluar tanpa Zayn dan saat aku balik aku akan terus berkata betapa bagusnya pemandangan diluar dan mungkin dia muak mendengarnya.

“Aku tidak tau, aku mau spagetti dan sandwich juga, bagaimana denganmu?” Katanya melihatku.
“Bagaimana kalau kau memesan dua duanya dan kita akan berbagi” aku memberi saran.
“Benarkah? Kau akan melakukannya?” Tanyanya.
“Yep, aku pemakan semuanya dan aku suka berbagi makanan... Jadi yep.” Kataku sambil tersenyum.
————————————————————————————-

*2 hari kemudian*

“Ughhhh” aku menggeram sambil berbaring di sofa. Ini udah tengah malam dan aku terbangun dengan perut yang menyiksa. Mengapa? Karena masa haid-ku datang mengunjungi (―˛―٥)

“Ughhh aku hanya ingin tidur!” Aku merengek pada perutku sambil mengelus ngelusnya, tapi tetap saja sakitnya tidak hilang. Aku mendengar suara pintu terbuka tapi aku memutuskan untuk menghiraukannya, karena perutku tidak berhenti menyiksaku.

“Demi tuhan aku hanya ingin tidur!” Aku berbicara pada langit langit, sudah kebiasaanku, berbicara pada benda mati.

“Pertama, kau berbicara pada siapa? Kedua, apa yang sedang kau lakukan?!” Zayn bertanya, berdiri di samping sofa.

“Pertama....” Aku mengangkat satu jari, “aku berbicara pada perutku” kataku sambil mengangkat satu jari lagi “aku mengelus perutku menurutmu apa yang sedang kulakukan?!” Kataku sedikit kasar, dia hanya mengangguk dan duduk di meja sebelah sofa.

"Kenapa?” Dia bertanya.
“Sakit perut” balasku sambil terus mengelus perutku.
“Kenapa? Perasaan kita tidak memakan makanan yang aneh aneh” katanya dan aku memalingkan wajahku dan memberinya tatapan serius….setelah beberapa lama, akhirnya dia mengerti.

“Oh! Kita berada di akhir bulan benarkah?” Tanyanya.
“yesssss” kataku meng-facepalm wajahku sendiri. 

Kami hanya duduk di situ tanpa berbicara apapun dan aku hanya terus mengelus perutku.
“Aku mau tidur....” Aku merengek dengan suara tangisan karena perutku benar benar menyiksaku! Aku merasakan tangannya dibelakang punggungku dan belakang lututku.

“Zayn!!!” Kataku dengan suara yang kencang, seperti aku meneriakinya. Dia membawaku ke kamarnya, bridal style, dia membaringkanku di kasurnya dan dia berjalan ke sisi lain tempat tidur.

“Apa yang kau lakukan?!” Tanyaku, bingung.
“Diamlah, aku capek mendengarmu merengek terus dan alasan mengapa aku bangun tadi karena kau tidak bisa diam!" Dia setengah berteriak sambil berbaring di sebelahku dan masuk ke selimutnya.
“Tidur” perintahnya.
“Apa? ...tidak.” Kataku, berdiri dari tempat tidurnya dan belum jauh darinya, perutku mulai menyiksaku lagi.

“ughhhh”
“Berhenti melakukan itu!” Dia memarahiku, "sekarang kembali ke sini" perintahnya lagi dan aku berbalik dan berbaring lagi disebelahnya. Dia berbaring di sisinya, kepalanya di atas tangannya. aku menoleh hanya untuk tertangkap dalam mata hazelnya lagi.. Dia sangat sempurna, in every way. Bagaimana bisa Perrie tidak menyukainya?

Aku merasakan tangannya menggapai tepian tanktopku dan napasku mulai berat, jantungku berdebar cepat. Aku merasakannya menyelipkan jari jarinya di dalam tanktopku. Dengan reflek, aku menoleh ke arahnya.
"Don't worry, aku tidak akan melakukan hal hal aneh, aku janji." Katanya dengan lembut.

Aku merasakan hangat jarinya menyentuh kulitku dan aku tersentak saat aku merasa seperti listrik melalui tubuhku sekali lagi. Aku menutup mataku dan seluruh tangan nya mengelus perutku, naik dan turun dengan halus.

Perutku terasa sangat mendingan, tidak menyiksa lagi, tidak lama kemudian aku tertidur....

———————————————————————————
*hari berikutnya*

Aku berkedip untuk menyesuaikan mataku pada cahaya yang menembus melalui jendela, dan akhirnya aku membuka mataku. Aku merasakan sesuatu yang berat yang beristirahat di perutku, aku melihat ke bawah dan ternyata tangan Zayn masih di situ. Aku menoleh ke arah Zayn, dia terlihat tertidur dengan lelap, aku tidak mau membangunkannya, jadi aku perlahan lahan menyingkirkan tangannya dan bangun.

*setelah zayn bangun*

Kami duduk di dapur seperti biasa pagi-pagi biasa, minum teh. Kami memiliki beberapa tawaan dan itu cukup menakjubkan untuk mendengar tawa nya. 

“Terimakasih..buat kemarin.” Kataku sambil tersenyum.
“Sama sama” dia tersenyum balik. 
“Bagaimana kau tau? ....kalau mengelus perut cewek akan membuatnya merasa lebih baik?” Tanyaku.
“Dulu aku sering melakukannya pada..kau tau..Perrie.” Katanya berterus terang, dan bibirku membentuk formasi 'O' (lol)

“Oh, si sampah itu!” Kataku. 
“Hey! Untuk apa itu?” Balasnya sambil tertawa.
"Seriously, kau dulu sering melakukannya untuk dia tapi dia tidak jatuh cinta padamu? Zayn, kalau kau melamarku kemarin malam setelah melakukan itu, aku akan langsung menerimamu! Perrie...dia benar benar bodoh!" Kataku dan dia hanya tertawa.——————————————————————————-
*2 hari kemudian*

Aku terbangun lagi di malam hari dan ingin menonton film apapun yang bisa membuatku menangis. Kau tau perasaan saat kau lagi datang bulan dan hanya ingin menangis terus menerus? Iya itu yang kualami sekarang. Aku membuka laptop dan menghabiskan 2 jam menonton 'Message In a Bottle' dan aku berakhir dengan tangisan saat cowoknya meninggal. Biarpun film dan laptopnya sudah kututup, aku masih menangis dan tangisanku semakin kencang, aku mendengar pintu kamar zayn terbuka dan langkah kakinya melangkah keluar dari kamarnya.

“Bree, kau tidak apa-apa?” Dia berdiri dibelakang sofa, seperti biasa jadi dia tidak dapat melihat wajahku, aku menekan bantal ke dadaku dengan tisue ditanganku.

"Y-ya." Aku mencoba berbicara, dia menyadari kalau aku sedang menangis, jadi dia duduk di sebelahku dengan cepat.

“Ada apa? Kenapa kau menangis?” Dia bertanya, terdengar khawatir.
"Aku hanya menonton film tadi dan cowoknya meninggal..kenapa mereka membuatnya meninggal? Padahal mereka baru saja merasakan cinta." Aku mulai menangis lagi, dan dia hanya melihatku dan tertawa, dia terus tertawa sampai punggungnya memukul sofa dan dia melihatku lagi sambil tersenyum.

“Stop laughing!” Aku meneriakinya lalu mengelap hidungku, aku pasti terlihat sangat buruk, aku menyadari dia memperhatikanku terus, dan aku menoleh kearahnya.

“Apa?” Tanyaku.
“Tidak apa apa” katanya, menggeleng kepala, "kau sangat lucu saat menangis." ———————————————————————————-
*akhir pekan*

'Selamat pagi! Aku pergi keluar dengan beberapa teman dan tidak tau kapan aku akan pulang. Sebaiknya kau mengajak salah satu temanmu untuk datang...hanya sebuah sugesti :P see you!” Aku menulis di selembar kertas dan menempelkannya di kaca kamar mandi sebelum pergi keluar.

Aku menghabiskan waktuku dengan teman temanku, pergi berbelanja, makan dan berakhiran dengan menonton bioskop yang membuatku balik ke flat Zayn sekitar jam 10 mungkin. Aku membuka pintu dan masuk, melepas sepatuku. 
Aku mendengar suara langkah kaki dari kamar Zayn ke living room.

“Kau darimana saja?” Dia memarahiku saat melihatku.
“Apakah kau membaca kertas yang kutinggalkan untukmu?” Tanyaku, terkejut, apa mungkin dia tidak ke kamar mandi hari ini? Hmm.

“Kenapa kau pulang selarut ini?” Dia memarahiku lagi seakan dia tidak mendengarkan pertanyaanku. "Dan mengapa kau tidak mengangkat teleponku? Aku terus menelponmu.!” Dia terus memarahiku dan itu membuatku membuka tasku dan meraih teleponku dan mendapati 9 missed calls dan SMS darinya.

“Maaf ak-”aku terpotong oleh perkataannya lagi.
"Aku sangat khawatir, kau tau! Aku takut kalau terjadi sesuatu padamu dan sekarang kau pulang seperti tidak ada sesuatu yang salah."
Aku mencoba untuk menahan senyum dari kata-katanya. Kalau aku tersenyum, dia akan mengira aku tidak menghargainya, tapi dia begitu peduli padaku dan itu membuatku sangat senang.

"Dan aku tidak tau haruskah aku makan atau tidak, karena aku tau kau tidak suka makan sendiri dan aku tidak mau makan sendiri tanpamu! Aku terus meneleponmu tapi kurasa teman temanmu lebih penting dari aku. Lain kali, kalau kau keluar, angkatlah telponmu.” Dia selesai memarahiku dan kembali kemarnya, membanting pintu.

Aku berdiri di sini tersenyum. Aku berjalan perlahan lahan ke kamarku. Kami baru saja menjadi sahabat baik, sangat baik dan aku menyukainya.

-----------------------------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar